Ingin Mengambil Kredit Rumah di Masa Pandemi, Apa Perlu Ditunda Dulu?

  • Whatsapp

Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat akan mengambil kredit untuk membeli properti seperti rumah. Produk seperti asuransi jiwa kredit saja dirasa belum cukup untuk menjamin mereka karena ketidakpastian yang muncul akibat pandemi. Lantas, langkah seperti apa yang sebaiknya diambil, terutama kalau Anda benar-benar membutuhkan hunian tetap?

Read More

Meski perekonomian Indonesia goyah akibat Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) justru meminta masyarakat tak menunda pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang disediakan pemerintah. Eko Djoeli Heriepoerwanto, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PURR, mengungkapkan pemerintah telah menggelontorkan subsidi hingga triliunan rupiah yang dianggap akan meringankan masyarakat dalam membeli rumah.

Eko menambahkan pihaknya sadar akan masa krisis yang dihadapi masyarakat luas. Akan tetapi, subsidi yang sudah cair per April 2020 tersebut diharapkan menjaga momentum pertumbuhan yang terjadi di industri perumahan yang sempat lesu pada 2019. Dia juga menjamin proses yang nantinya dilewati sudah mengikuti ketentuan.

Kemudian, Eko meminta para pengembang untuk tidak bimbang membangun perumahan di tengah masa pandemi. Pemerintah sendiri sudah menyediakan Subsidi Selisih Bunga (SSB) beserta Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk KPR yang diambil masyarakat berpenghasilan rendah. SBB sendiri memiliki konteks stimulus fiskal yang akan meyakinkan pengembang meneruskan proses pembangunan hunian.

 Hal-hal yang harus diperiksa sebelum membeli rumah

Walau pemerintah sudah menyediakan subsidi dan rumah dengan harga terjangkau, Anda perlu menyiapkan sejumlah hal sebelum mengambil KPR, antara lain:

  • Cek suku bunga dan promo pengembang

Untuk menarik minat masyarakat, pengembang properti maupun penyedia KPR menawarkan sejumlah promo menarik. Bandingkan dulu promo-promo yang datang, lalu cek hal-hal yang akan menguntungkan Anda sebagai nasabah. Sejumlah pengembang bahkan memberikan insentif kepada konsumen seperti DP murah, potongan harga, hingga unit yang dilengkapi perabot berkualitas.

  • Pastikan fasilitas-fasilitas yang tersedia di rumah

Yayat Supriatna, seorang pengamat tata kota, mengatakan bahwa calon pembeli wajib memeriksa fasilitas yang disediakan di rumah tersebut. Sebagai contoh, Anda yang memilih hunian di sebuah perumahan perlu mengecek akses transportasi dan fasilitas publik. Lihat juga sistem keamanan yang mereka sediakan supaya Anda nyaman tinggal di sana. Apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang yang membuat masyarakat kian membutuhkan layanan kesehatan dan keamanan.

  • Mendapatkan pengawasan dari OJK

Potongan harga memang menggiurkan, tetapi sebagian di antaranya ternyata belum mendapat pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda yang enggan mengambil resiko besar bisa mengajukan KPR subsidi yang sudah dijamin pemerintah. Namun, kalau Anda ingin membeli hunian lewat KPR non-subsidi, pastikan pengembang tersebut sudah mendapatkan izin dari OJK sebelum mengambil promo seperti diskon.

  • Memilih bangun baru atau beli hunian utuh?

Pengembang biasanya menawarkan dua opsi pembelian, antara lain memilih bangun baru atau setengah jadi atau hunian yang utuh. Anda yang mempunyai bujet terbatas dapat memilih opsi satu. Apalagi pilihan ini membebaskan Anda menentukan material bangunan yang diperlukan. Sementara hunian utuh direkomendasikan bagi Anda yang sudah memiliki kondisi finansial stabil dan memegang jaminan tambahan seperti asuransi jiwa kredit.

Pertimbangkan kembali beberapa hal penting seperti estimasi pembangunan, jumlah cicilan, dan pengelolaan keuangan selama pandemi belum berakhir. Dengan begitu, Anda dapat segera tinggal di rumah tersebut bersama keluarga atau orang-orang terdekat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *